Mengelola Keuangan di Akhir Bulan

mengelola keuangan

Setiap bulan, karyawan atau pekerja lepas melalui siklus keuangan dari menerima gaji hingga menghabiskan uangnya dan menanti gaji berikutnya. Cara setiap individu mengatur keuangan bervariasi, bergantung pada gaya hidup masing-masing. Namun, seringkali, meski sudah memahami siklus tersebut, ada titik terendah keuangan yang disebut sebagai “tanggal tua”.

Mengatur keuangan di akhir bulan bisa menjadi hal yang sulit. Meskipun ada niat untuk berhemat, godaan untuk berbelanja masih menghampiri. “Baru lima hari berlalu, tapi uang tinggal dua juta. Masih ada 25 hari lagi yang harus dilalui dengan penuh keterbatasan.”

Pernahkah kamu mengalami situasi serupa? Orang-orang yang sering mengalami kekurangan uang sebelum waktunya biasanya disebabkan oleh utang. Oleh karena itu, menghindari utang, terutama untuk keperluan konsumtif, sangat penting. Dengan begitu, penderitaan keuangan di akhir bulan bisa lebih mudah diatasi.

Pengeluaran yang telah dialokasikan harus dihitung dengan cermat. Sebagai contoh, 50 persen dari total pendapatan bulanan sebaiknya dijadikan sebagai anggaran bulanan. Bila pengalokasian uang bulanan tidak tepat, maka tidak mengherankan jika lima hari terakhir dianggap sebagai “penderitaan”.

Kunci utama dalam mengatur keuangan terletak pada pengelolaan anggaran. Merencanakannya secara efektif akan menjaga keuangan kamu tetap aman, sebaliknya bisa berujung pada masalah. Jika merasa gaji terlalu sedikit dan sering lupa bahwa sebulan memiliki 30 hari, teknik 20:10 dapat dicoba.

Untuk mengoptimalkan pengeluaran, alokasikan uang belanja ke dua rekening terpisah. Bagian pertama, untuk 20 hari pertama masuk ke rekening A, sementara dana untuk 10 hari sisanya dimasukkan ke rekening B. Rekening B disimpan di rumah dan hanya boleh digunakan mulai tanggal 21.

Selanjutnya, penting juga memiliki dana darurat dan cadangan yang tersedia dalam rekening atau instrumen investasi. Dana darurat dan cadangan yang berbentuk investasi sebaiknya bersifat likuid untuk memudahkan penarikan saat diperlukan, seperti emas, saham, dan sebagainya. Saham bisa menjadi dana darurat, tapi instrumen yang paling ideal adalah kas dalam rekening karena pencairan saham membutuhkan waktu.


Baca juga artikel finansial yang bisa menambah wawasan di blog ini:


Ada juga teknik yang terlihat rumit namun mudah diimplementasikan. Teknik ini mengacu pada alokasi uang saku harian. Misalnya, dengan pengeluaran bulanan sekitar Rp 3 juta, bagilah itu untuk 30 hari. Hasilnya, kamu memiliki alokasi harian sebesar Rp 100 ribu.

Terakhir, beberapa orang memiliki pendekatan berbeda dalam mengatur keuangan mereka. Namun, salah satu kesalahan fatal adalah langsung menghabiskan bonus atau penghasilan tambahan. Disarankan untuk menyimpan penghasilan tambahan tersebut ke dalam tabungan utama, lalu menentukan alokasinya ke dana cadangan atau investasi lainnya.

Semoga tips ini membantu kamu mengubah akhir bulan menjadi periode yang lebih terkendali dan memberikan hasil sesuai harapan.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *